Monday, December 6, 2010

Tugas 2 Etika Bisnis

Lingkungan, Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan – CSR

Tanggungjawab Sosial Perusahaan – CSR

Penggunaan istilah Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau atau Corporate Social Responsibility (CSR) akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin meningkatnya praktek tanggung jawab sosial perusaan, dan diskusi-diskusi global, regional dan nasional tentang CSR.

Istilah CSR yang mulai dikenal sejak tahun 1970-an, saat ini menjadi salah satu bentuk inovasi bagi hubungan perusahaan dengan masyarakat dan konsumen. CSR kini banyak diterapkan baik oleh perusahaan multi-nasional maupun perusahaan nasional atau lokal. CSR adalah tentang nilai dan standar yang berkaitan dengan beroperasinya sebuah perusahaan dalam suatu masyarakat. CSR diartikan sebagai komitmen usaha untuk beroperasi secara legal dan etis yang berkonstribusi pada peningkatan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas dalam kerangka mmewujudkan pembangunan berkelanjutan.

CSR berakar dari etika dan prinsip-prinsip yang berlaku di Perusahaan dan dimasyarakat. Etika yang dianut merupakan bagian dari budaya (corporate culture); dan etika yang dianut masyarakat merupakan bagian dari budaya masyarakata. Prisnsip-prinsip atau azas yang berlaku di masyarakat juga termasuk berbagai peraturan dan regulasi pemerintah sebagai bagian dari sistem ketatanegaraan.

Menurut Jones (2001) seseorang atau lembaga dapat dinilai membuat keputusan atau bertindak etis bila: 1) Keputusan atau tindakan dilakukan berdasarkan nilai atau standar yang diterima dan berlaku pada lingkungan organisasi yang bersangkutan. 2) Bersedia mengkomunikasikan keputusan tersebut kepada seluruh pihak yang terkait. 3) Yakin orang lain akan setuju dengan keputusan tersebut atau keputusan tersebut mungkin diterima dengan alasan etis.

Suatu perusahaan seharusnya tidak hanya mengeruk keuntungan sebanyak mungkin, tetapi juga mempunyai etika dalam bertindak menggunakan sumberdaya manusia dan lingkungan guna turut mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pengukuran kinerja yang semata dicermati dari komponen keuangan dan keuntungan (finance) tidak akan mampu membesarkan dan melestarikan , karena seringkali berhadapan dengan konflik pekerja, konflik dengan masyarakat sekitar dan semakin jauh dari prinsip pengelolaan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

CSR dan TBL

Sebagai sebuah inovasi sosial baru dalam kehidupan bersama antara perusahaan dengan masyarakat, pemahaman tentang CSR oleh masyarakat perlu ditingkatkan, termasuk masyarakat kampus. Bagaimana masyarakat kampus akan memberikan inovasi dan berkontribusi bagi implementasi CSR untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM bila masyarakat kampus belum memiliki pemahaman yang memadai tentang CSR dan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam implementasi CSR. Pada hal CSR memiliki potensi besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan secara akademik akan berkembang menjadi sebuah trans-disiplin yang menggabungkan antara aspek-aspek ilmiah dengan aspek-aspek praktis di masyarakat.

John Elkington (1997) sebagai seorang akademisi, merumuskan Triple Bottom Line (TBL) atau tiga faktor utama operasi perusahaan dalam kaitannya dengan lingkungan dan manusia, yaitu faktor manusia dan masyarakat (people), faktor ekonomi dan keuntungan (profit), serta faktor lingkungan (Planet). Ketika faktor ini juga terkenal dengan sebutan triple-P (3P) yaitu people, profit and planet. Ketiga faktor ini berkaitan satu sama lain. Masyarakat tergantung pada ekonomi; ekonomi dan keuntungan perusahaan tergantung pada masyarakat dan lingkungan, bahkan ekosistem global. Ketiga komponen TBL ini bersifat dinamis tergantung kondisi dan tekanan sosial, politik, ekonomi dan lingkungan, serta kemungkinan konflik kepentingan.

TBL digunakan sebagai kerangka atau formula untuk mengukur dan menlaporkan kinerja perusahaan mencakup parameter-parameter ekonomi, sosial dan lingkungan dengan memperhatikan kebutuhan stakeholdes (konsumen, pekerja, mitra bisnis, pemerintah, masyarakat lokal dan masyarakata luas) dan shareholders, guna meminimalkan gangguan atau kerusakan pada manusia dan lingkungan dari berbagai aktifitas perusahaan.

TBL bukan skedar laporan kinerja tetapi juga sebagai suatu pendekatan untuk memperbaiki pengambilan keputusan tentang kebijakan dan program ke arah yang lebih baik dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan masyarakat sekaligus. Penerapan konsep TBL ini berkembang pesat oleh – di Amerika, Kanada, Eropa dan Australia. Berbagai di Indonesia juga mulai menerapkannnya.

Prinsip TBL secara legal sudah lama dianut pemerintah Indonesia, sejak negara Indonesia berdiri, seperti tercantum dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan diperuntukkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya merupakan komponen planet atau lingkungan dari konsep TBL. Kemakmuran merupakan komponen profit atau ekonomi dari konsep TBL. Rakyat merupakan komponen people atau masyarakat dari konsel TBL. Hal ini berarti pengelolaan sumberdaya alam Indonesia seharusnya ditujukan untuk peningkatan kualitas manusia dan lingkungannnya (kemakmuran rakyat)

Berdasarkan konsep TBL tersebut seharusnya konsep dan implementasi CSR mencakup aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dalam peningkatan kualitas hidup pekerja beserta keluarganya serta masyarakat, termasuk konsumen. Dalam perjalanannya, implementasi CSR kadangkala mengalami pembiasan dari nilai-nilai CSR yang “asli”. Pembiasan itu tampak manakala perusahaan hanya melakaukan kegiatan bantuan atau charity atau “pemadam konflik sementara“ kepada masyarakat yang kemudian dianggap sebagai program CSR. Pada hal CSR ideal tidak sekedar sebagai program bantuan untuk menghindari tekanan dari pihak lain, misalnya tekanan masyarakat ataupun sebagai alat kehumasan untuk membentuk citra baik, melainkan merupakan kegiatan pemberdayaan yang berkesinambungan ke arah yang lebih baik.

CSR yang dilakukan oleh – di Indonesia akan berbeda satu sama lain tergantung pada konteks masalah yang dihadapi masyarakat. Perbedaan konteks ini juga akan berimplikasi kepada perbedaan strategi pendekatan yang dilakukan oleh masing-masing. Keberadaan CSR di suatu daerah juga tidak pernah terlepas dari sistem kemitraan kelembagaan yang ada di sekitarnya. Pemerintah, lembaga adat, LSM, dan lembaga sosial masyarakat lainnya juga turut memberikan warna terhadap kegiatan CSR. Keberadaan stakeholder ini bisa hadir sebagai penunjang keberhasilan CSR ataupun sebaliknya, jika proses sinergi di antara para pelaku tersebut tidak dilakukan. (Oleh: Prof. Dr. Hardinsyah, MS)

Sumber : http://fema.ipb.ac.id/index.php/lingkungan-masyarakat-dan-tanggung-jawab-sosial-perusahaan-csr/

Monday, November 22, 2010

Tulisan 3 Etika Bisnis

Penemu Web Khawatir Monopoli Facebook dan Apple

Senin, 22 November 2010
Penemu web, Tim Berners-Lee (foto: Tech Digest)

LONDON - Facebook mungkin telah menjadi jejaring nomor satu di dunia maya, bahkan telah menghipnotis banyak warga virtual. Sayangnya penemu Web masih meragukan niat baik Facebook.

Penemu web, Sir Tim Berners-Lee, menganggap Facebook telah secara sengaja mengumpulkan informasi pribadi milik semua pengguna internet yang bergabung di jejaring sosial tersebut. Nantinya informasi tersebut diperkirakan akan digunakan oleh Facebook untuk menahan pengguna sehingga tidak bisa berpaling dari situs tersebut.

"Semakin banyak informasi yang Anda masukkan, Anda pun akan semakin tertahan di dalamnya," kata Berners-Lee, seperti dikutip melalui Tech Digest, Senin (22/11/2010).

"Situs jejaring sosial yang anda gunakan akan menjadi konten yang tidak membiarkan anda memiliki kendali penuh atas informasi pribadi," tambahnya.

Berners-Lee rupanya mengkhawatirkan adanya penggunaan portal yang terpusat. Hal ini pernah dilakukan oleh Yahoo dan MSN saat keduanya sempat mendominasi beberapa tahun lalu.

"Semakin banyak arsitektur situs semacam ini menyebar luas di internet maka internet akan semakin terpecah-pecah. Semakin sedikit kita bisa menikmati ruang informasi yang universal," papar Berners-Lee.

Artinya, lanjut Berners-Lee, akan sangat berbahaya jika hanya satu situs yang besar. Pasalnya hal ini akan memunculkan monopoli. Hal itu sudah pasti akan membatasi perkembangan inovasi di dunia maya.

Menurut Berners-Lee, Facebook saat ini mulai terkesan memonopoli pasar jejaring sosial dengan raihan sekira 500 juta pengguna. Namun kekhawatiran Berners-Lee tidak hanya terkait kerajaan Zuckerberg, tetapi juga kerajaan Apple milik Steve Jobs. Kebesaran mereka dianggap mampu menutup dunia maya dan penggunaan internet terpusat seluruhnya. Pasalnya semakin besar keduanya maka pengguna internet juga akan semakin bergantung kepada perangkat hasil besutan kedua perusahaan.

"Nantinya Anda hanya akan dapat mengakses link iTunes dengan menggunakan program yang telah dipatenkan oleh Apple, bukan yang lain," kata Berners-Lee.

Dengan demikian, lanjutnya, pengguna tidak akan lagi berada di web yang terbuka, melainkan terpusat hanya di dunia iTunes yang 'berdinding'.

"Pengguna akan terjebak di sebuah toko tunggal, bukannya di sebuah pasar yang terbuka," tandas Berners-Lee. (srn)

Sumber : http://techno.okezone.com/read/2010/11/22/55/395825/penemu-web-khawatir-monopoli-facebook-dan-apple

Tulisan 2 Etika bisnis

China Hambat Penguatan Harga Emas!

Senin, 22 November 2010
Widi Agustian - Okezone

SINGAPURA - Harga emas kembali mengalami penguatan menyusul euro yang beranjak menguat. Hal ini adalah akibat Irlandia yang telah menyetujui untuk menerima bantuan (bailout) dalam rangka menyelamatkan perekonomiannya.

Euro, indeks saham Asia dan harga komoditas mendapat rangsangan positif pada hari Senin setelah otoritas keuangan global sepakat untuk menyelamatkan utang Irlandia dan melindungi stabilitas keuangan Eropa secara luas.

Walau demikian, tampaknya penguatan emas ini terhadang sentimen negatif yang berasal dari tekanan China yang semakin memperketat ekonominya. China telah mengumumkan serangkaian langkah yang akan diambilnya untuk melakukan kontrol harga untuk mengendalikan inflasi, dengan cara melakukan peningkatan produksi pangan dan menstabilkan pasokan energi.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/11/2010), harga emas di pasar spot naik sebesar USD1,65 menjadi USD1.355,80 per ounce. Tapi harga tersebut masih jauh dari harga puncak emas yang sebesar USD1,424 per ounce pada awal November.

Sementara harga emas di pasar berjangka AS untuk pengiriman Desember naik USD4,7 menjadi USD1.357 per ounce.

Sementara, harga minyak mentah di pasar berjangka AS naik di atas USD82 per barel, dibantu juga oleh melemahnya dolar AS terhadap euro setelah Uni Eropa dan IMF setuju untuk membantu menyelamatkan Irlandia dengan pinjaman untuk mengatasi perbankan negara dan krisis anggaran.
(wdi)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2010/11/22/213/395469/china-hambat-penguatan-harga-emas

Tulisan 1 Etika Bisnis

PP Alih Fungsi Lahan Macet, Pangan Terancam

Senin, 22 November 2010

JAKARTA - Meski Undang Undang Nomor 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sudah disahkan tahun lalu, namun pelaksanaannya belum bisa diterapkan.

Ini dikarenakan sejumlah peraturan pemerintah (PP)-nya belum dapat diselesaikan. Jika masalah ini molor, diperkirakan kondisi pangan nasional akan semakin terancam.

Direktur Pengelolaan Lahan Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air Kementerian Pertanian (Kementan) Amier Hartono mengatakan, UU No 41/2009 mengamanatkan delapan PP, tiga peraturan daerah, dan satu peraturan menteri pertanian.

”Selanjutnya, kami sepakat menyusun empat PP dengan mempertimbangkan kedekatan substansi di antaranya rancangan PP (RPP) Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, RPP tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, RPP tentang Insentif dan Disinsentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, dan RPP tentang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” jelasnya saat mendampingi Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan, Gatot Irianto di Jakarta, Senin (22/11/2010).

Pada Oktober lalu, kata Amier, pihaknya sudah menyerahkan empat RPP tersebut ke Sekretariat Negara (Setneg). Penyerahan melalui Surat Menteri Pertanian No 495/HK.020/M/10/2010 tanggal 10 Oktober ditujukan kepada Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Hukum dan HAM. “Perihal surat tersebut antara lain menyampaikan agar dapat dilakukan tindak lanjut pembahasan harmonisasi,” katanya.

Khusus untuk RPP Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan statusnya sudah menjadi PP. Namun, PP tersebut kini macet di tingkat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumham).

”Kita mengalami kendala. PP-nya sendiri (Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) sudah finalisasi, tapi di intern Kemenkumham tidak serta merta bisa menyelesaikan dengan cepat. Ini karena sedang melakukan koreksi baik dari redaksional maupun bahasa, tapi bukan hal yang subtantif. Saya berharap PP ini bisa on schedule (selesai akhir tahun),” ujarnya.

Nah, untuk tiga RPP lain, kata Amier, pihaknya juga mengalami masalah yang berat. Pasalnya, di Kemenkumham saat ini sedang antre semua departemen untuk menyelesaikan RPP-nya.

“Dan saya kecewa karena minggu kemarin dan minggu ini tidak mendapatkan alokasi waktu oleh Kemenkumham. Dengan alasan mereka sedang mempersiapkan RPP dari Kemenhan (Kementerian Pertahanan) dan Perda (peraturan daerah) Aceh,” ujarnya.

”Saya tidak tahu apa perkembangannya, karena semua (kementerian) sama-sama ngantre. Saya minta bantuan Pak Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan (Gatot Irianto) untuk melakukan komunikasi dengan Dirjen Peraturan Perundang-undangan (PP) Kemenhumham. Kebetulan kedua dirjennya baru, jadi saya berharap dapat mempercepat penyelesaian RPP kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan Gatot Irianto akan mendesak Kemenhumham untuk dapat menyelesaikan satu PP dan tiga RPP tersebut. ”Jika tidak segera diselesaikan, maka lahan pertanian akan banyak yang mengalami alih fungsi, sehingga pangan kita bisa terancam,” tandasnya.(Sudarsono/Koran SI/ade)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2010/11/22/320/395826/pp-alih-fungsi-lahan-macet-pangan-terancam

Monday, May 17, 2010

Tempat-tempat Wisata di Greenwich

Selain Royal Observatory Greenwich, masih banyak lagi obyek wisata di Greenwich. Misalnyasaja Museum Maritim Nasional Inggris, Greenwich Park, Rumah Ratu, The Fun Museum, The Old Royal Naval College, dan Rangers House. Semua tempat itu kental dengan nilai sejarah masa lampau yang memiliki nuansa romantisme tersendiri.

Di Fun Museum, misalnya, kita bisa melihat aneka perhiasan bernilai yang merupakan peninggalan abad 17 dan 18, yang dipajang dalam dua rumah menawan bergaya Georgian. Jika ingin mengenang perjalanan laut yang dilakukan Kapal Cutty Shark dari London ke Cina, yang ditempuh hanya dalam 107 hari, datang saja ke Museum Nasional. Disana pengunjung bisa melihat berbagai peninggalan masa kejayaan Cutty Shark yang membanggakan itu.

Belanja di Greenwich

Bagi wisatawan yang ingin memborong souvenir, disekitar Greenwich terdapat sejumlah toko yang menjual aneka souvenir unik yang harganya relatif terjangkau. Selain itu, ada berbagai barang antik, peralatan rumah tangga, hingga atribut mode yang bisa didapatkan di sekitar Greenwich. Sudah pasti, hampir semuanya mengingatkan kita pada julukan Greenwich sebagai Rumah Waktu. Kemudian, jika ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang sejarah dan keunikan kota ini, silahkan saja simak buku dan majalah yang juga banyak dijual di toko-toko di sekitar Greenwich.

Untuk urusan memanjakan perut, di Greenwich juga terdapat banyak kedai makanan atau restoran. Sambil menyantap makanan, pengunjung akan diajak kembali pada kenangan indah masa lalu. Misalnya saja, Goddar’s pie dan Mash Shop, yang menyajikan pie lezat dengan resep tradisional. Bahkan, tempat yang dipakai pun adalah bangunan asli tahun 1891.

Untuk melihat wajah Greenwich dalam bentuk lain, wisatawan bisa berkunjung ke Greenwich pada periode tertentu, seperti saat ada pertunjukkan seni dan budaya. Pada tahun 2005, Greenwich menggelar acara Festival Internasional Greenwich pada bulan Juli, dan Festinal Maritim Inggris serta Nelson and Napoleon Exhibition yang digelar di Museum Maritim Nasional hingga akhir tahun, serta masih banyak lagi acara menarik lainnya.

sumber : majalah Walt Disney-Gramedia

Greenwich, Kota Waktu yang Romantis

Menyebut nama Greenwich akan mengingatkan kita pada kota di dunia yang menjadi kiblat waktu. Jika kita bertandang ke Greenwich, yang juga dijuluki Rumah Waktu, akan terasa bahwa kawasan tersebut tak Cuma menjadi simbol lintasan waktu, tetapi juga terasa keindahan dan tradisi Inggris yang masih terpelihara.

Tempat Observatorium Dunia

Royal Observatory Greenwich adalah tempat paling terkenal dan utama yang dikunjungi para pelancong di Greenwich, London. Bagaimana tidak, dahulu kala dari bangunan mirip kapel inilah astronom Kerajaan Inggris pertama, John Flamsteed, melakukan berbagai pengamatannya tentang jagat raya ini, hingga akhitnya menemukan kesimpulan bahwa bumi ini selama sepanjang masa selalu berputar pada porosnya. Penemuan Flamsteed itulah yang akhirnya menjadi dasar penetapan perbedaan waktu dalam belahan dunia ini, dan waktu Greenwich dikenal sebagai Greenwich Mean Time (GMT).

Perancang bangunan yang digunakan Flamsteed sebagai tempat tinggal sekaligus sebagai observatorium itu adalah Sir Christopher Wren, yang juga profesor astronomi. Jadi jelas, bangunan itu dibuat dengan perhitungan yang matang guna kepentingan penelitian. Gedung observatorium itu terletak di kawasan Greenwich Park,yang dahulu merupakan halaman dari Royal Palace Placentia. Nama Greenwich sendiri sebenarnya berasal dari kata Green Reach, karena dulu tempat itu merupakan kawasan padang rumput.

Meski tak berfungsi lagi sebagai gedung observarorium dan sekarang telah menjadi museum, jangan membayangkan bahwa gedung ini kini hanya tinggal seonggok bangunan tua yang kusam. Bangunan yang dibuat dengan sentuhan seni dan estetika yang sangat tinggi itu hingga kini masih terlihat indah. Di museum ini berbagai perabot, termasuk perabot daour yang digunakan masih sangat terawat dan tertata rapi. Bahkan gedung yang dulu juga di tempati Flamsteed sebagai tempat tinggalnya, hingga kini masih terpelihara dengan baik sehingga mendatangkan kesan seolah tempat itu masih dihuni.


sumber : majalah Walt Disney-Gramedia

Thursday, May 13, 2010

Bahasa Indonesia

TUGAS V

Opini Tentang Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia bahasa pemersatu bangsa Indonesia, yang terdiri atas berbagau suku dan etnis dengan latar belakang yang berbeda.
Bahasa Indonesia tidak hanya dugunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat,dan sebagai alat penghubung komunikasi antar manusia,akan tetapi bahasa tersebut juga sangat perlu digunakan dalam penulisan ilmiah, dalam dunia pendidikan dan masih banyak lagi.

Dalam penulisan ilmiah, Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang dapat menyampaikan maksud dari penulisan ilmiah tersebut. Dalam penulisannya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak hanya itu, bahasanya harus tepat dan tidak boros penggunaannya, karena dalam menulis karya ilmiah harus mempunyai struktur kata dan kalimat yang teratur dan mempunyai mekanisme penulisan yang sistematis.

Penggunaan bahasa Indonesia yang terstruktur dalam penulisan ilmiah dapat membawa manfaat bagi pembacanya seperti dengan mudah pembaca menyerap maksud dari kalimat-kalimat yang ada dalam penulisan ilmiah tersebut, mampu menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca. Karena penulisan ilmiah adalah tulisan-tulisan yang berisikan tentang catatan ilmu pengetahuan yang disusun atas dasar menggali pegetahuan-pengatahuan lebih dalam. Dan dalam menulis karya ilmiah peranan bahasa sangat dibutuhkan. Tidak hanya bahasanya saja tetapi kita harus memperhatikan hal-hal yang sangat penting dalam penulisan suatu bahasa seperti ejaan. Dalam Penyajian sebuah konsep Ilmiah, Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting dengan dibakukannya Ejaan sesuai EYD.