Thursday, March 11, 2010

Bahasa Indonesia

TUGAS I

MENULIS ADALAH PROSES BERNALAR
Setiap hari atau mungkin tiap waktu kita selalu berfikir. Dengan berfikir kita akan mendapat suatu hal yang tidak di sangka sebelumnya. Dan tidak di pungkiri pasti kita akan langsung menulis sesuatu yang kita fikirkan tersebut. Dan dengan cara menulis tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat otak berkembang dengan baik. Dengan menulis kita dapat memacu penalaran pada otak. Tidak di pungkiri tidak hanya membaca yang dapat merangsang penalaran. Tapi menulis juga bisa merangsang penalaran. Dengan bernalar kita dapat berpikir secara logis dan terkadang muncul sebuah ide yang dapat dikembangkan dalam menulis. Dan dalam menulis kita mendapat kesimpulan atau pengetahuan dari penulisan kita.

TUGAS II

A. Paragraf generalisasi
Contoh :
Pemerintah telah menjadikan Pulau Komodo sebagai habitat pelestarian komodo. Di Ujung Kulon, pemerintah mebuat cagar alam untuk pelestarian badak bercula satu. Selain itu, sejumlah Undang-Undang dibuat untuk melindungi hewan langka dari incaran pemburu. Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk melestarikan hewan-hewan langka.

B. Paragraf analogi
Contoh :
Peran gizi bagi kesehatan dan kecerdasan manusia tak bisa ditawar-tawar lagi. Tubuh manusia ibarat mobil. Mobil perlu bensin agar bisa jalan. Manusia pun perlu beras agar berenergi. Bodi mobil perlu dipelihara agar tetap awet dan tidak cepat aus. Tubuh manusia pun perlu diberi protein agar sel otak tumbuh baik, mempunyai kulit yang segar dan rambut yang mengkilat. Kalau mesin mobil diberi pelumas agar perputarannya lancar, manusia pun perlu oli. Tetapi oli yang di butuhkan manusia itu seperti vitamin. Vitamin dari buah dan sayuran, merupakan pelumas agar metabolisme tubuh lancar dan tidak sulit kebelakang (BAB).

C. Paragraf Hubungan Kausal
Contoh :
Pertama kali pindah ke kota Dadan anak baik, pintar dan sehat. Tahun pertama ia masuk SMK, ia mulai merokok, katanya diberi oleh teman. Dia pun sempat menolak karena tak terbiasa merokok, ttetapi teman-teman kelompoknya mendesak mia untuk merokok, katanya agar terlihat jantan. Malam minggu mereka kumpul di tempat biasa mereka nongkrong. Disana Dadan disuguhi minuman beralkohol, dan mulailah mabuk-mabuk. Kini rokok diganti dengan lintingan ganja. Tidak beli memang, tapi dihadiahi teman. Gele alias ganja tersebut membuat ia ketagihan. Dan akhirnya uang transport sering dipakai membeli ganja, di sekolah ia sering bolos, akibatnya raportnya jelek, badan nya kurus, suka mengambil uang ibunya secara diam-diam. Bahkan sekarang mulai berani menjual barang-barang dari rumah demi membeli si daun haram tersebut.



Referensi : http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090215051841AA5gSO2

Wednesday, December 30, 2009

Perilaku Konsumen

Segmentasi Demografis

Banyak orang tua yang mencari tempat pendidikan untuk anaknya yang mempunyai fasilitas yang memadai. Bagi mereka yang berpenghasilan di atas rata-rata. Uang tidak menjadi masalah demi untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan berkualitas untuk anak-anaknya. Dimulai dari TK,mereka sudah memilih lembaga pendidikan yang akan dimasuki, agar anak-anak mereka dapat mengembangkan pikiran dan kreatifitas sejak dini, selain mendapatkan pelajaran di dalam kelas, pelajaran di luar kelas pun menjadi bidikan para orang tua, karena kegiatan dari luar kelaslah yang dapat memacu otak anak supaya berkembang. Lalu dilanjut dengan SD, Selain pelajaran disekolah yang mereka dapat biasanya para orang tua memberikan les privat tambahan guna untuk mengembangkan pengetahuan anak lebih luas, dan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah ilmu kepada anak-anak mereka. Begitu juga sampai melanjutkan ke tingkat selanjutnya sampai ke Perguruan Tinggi. Tidak dipungkiri bahwa para orang tua lebih memprioritaskan pendidikan untuk anak-anak mereka.


Perilaku Konsumen

PRODUK

Menjelang tahun baru, banyak kita jumpai pedagang terompet dan aksesoris lainnya. Bagi para pedagang tidak dipungkiri kalau dalam waktu inilah mereka dapat mendapat keuntungan yang besar, karena setiap orang merayakan tahun baru. Dan barang inilah yang dicarin oleh banyak orang untuk memeriahkan acara mereka. Selain terompet dan aksesoris tersebut ada pula barang yang paling dicari yaitu kembang api. Biasanya pembeli yang membeli barang tersebut, dari berbagai kalangan seperti, anak-anak dan orang dewasa. Harganya pun bervariasi sesuai dengan ukuran kembang api tersebut. Yang paling digemari yaitu kembang api yang biasa disebut kembang api air mancur.
Mereka tidak sungkan-sungkan mengeluarkan uang demi untuk mendapatkan merayakan acara yang datang hanya setahun sekali. Biasa pedagang seperti ini disebut pedagang atau pengusaha home industri karena mereka hanya memproduksi terompet dan aksesoris lainnya setahun sekali.

Segmentasi Pasar Psikologis

Di zaman yang semakin berkembang seperti saat ini, telepon selular atau yang biasa kita sebut dengan Handphone ataupun HP sudah menjadi suatu kebutuhan, padahal dahulu Handphone hanya dimiliki oleh sebagian orang yang memang membutuhkan Handphone untuk keperluan bisnis guna memperlancar komunikasi dengan partner bisnis. Namun sekarang, semua kalangan bahkan anak-anak pun sudah memiliki handphone. Sekarang handphone sudah tidak lagi digunakan hanya sebagai alat komunikasi dalam bisnis namun sudah menjadi gaya hidup di semua kalangan. Baru-baru ini muncul jenis handphone yang dapat mengakses internet dengan cepat dan lengkap. Dan dengan model yang unik dibandingkan dengan handphone-handphone yang terdahulu, semua orang berlomba untuk memilikinya hanya untuk bergayadan agar tidak ketinggalan dengan yang lainnya. Menurut sebagian orang keunggulan handphone tersebut dibandingkan dengan handphone-handphone terdahulu dikarenakan handphone tersebut dapat digunakan untuk online kapanpun dan dimanapun dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Selain fasilitas yang disebutkan diatas handphone ini juga memiliki baterai yang tahan lama walaupun digunakan untuk online sepanjang hari. Dan yang lebih membuat tertarik dengan handphone tersebut adalah software yang dimiliki handphone lebih unik dan canggih.


Tuesday, December 15, 2009

Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen Terhadap Sembako Setelah Lebaran

Harga sembako tidak banyak mengalami peeubahan kenaikan setelah lebaran. Dikarenakan harga sembako sudah naik terlebih dahulu menjelang lebaran. Walaupun demikian, seperti biasa masyarakat tetap membeli kebutuhannya. Tak dipungkiri banyak masyarakat yang mengeluh atas naik nya harga sembako pra lebaran, tetapi akhirnya mereka menerima keputusan pemerintah tentang kenaikan harga sembako tersebut. Toh masyarakat tetap akan membeli barang kebutuhan nya di pasar tradisional atau pasar swalayan.

Banyak masyarakat yang memilih pasar tradisional untuk membeli barang kebutuhannya, agar mendapat harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasar swalayan,dengan cara menawar. Tetapi ada pula yang masih memilih berbelanja di pasar swalayan karena tak perlu lagi menawar harga barang. Sepertinya pasca lebaran, masyarakat sudah tidak terlalu memusingkan harga sembako yang ada. Dan walau bagaimanapun harga sembako yang melonjak tinggi, mereka akan tetap menggunakan produk hasil dalam negeri.

1

Perilaku Konsumen

# Hilang segala#

Ada tangkai hilang pucuk
Ada daun hilang pupus
Ada bunga hilang mekar
Apakah ini tumbuh?

Ada keinginan hilang langkah
Ada mimpi hilang nyata
Ada rasa hilang sentuhnya
Ada cinta hilang makna
Apa ini arti tak mampu segala?

Ada nafas hilang syukur
Ada doa dipatahkan sendiri
Ada manusia hilang arti hidupnya
Apa yang dicari dari hidup seperti demikian?
Hilang sayap, hilang otak
Hilang hati, hilang segala

Tuesday, November 17, 2009

PERILAKU KONSUMEN

ARTIKEL

Pangsa Pasar Laptop Lokal Ambil Pasar Bermerek
Sabtu, 4 April 2009 10:32 WIB | Iptek | | Dibaca 761 kali
Surabaya, (ANTARA News) - Pangsa pasar produk teknologi informasi (TI) berupa komputer jinjing (laptop) semester II 2009 diperkirakan mengambil segmentasi pasar produk bermerek (branded), karena harga jual laptop bermerek lokal lebih terjangkau.

"Selain harganya terjangkau, kualitas laptop bermerek lokal tidak kalah saing dengan produk bermerek ternama," kata General Manager PT Sasana Boga, pengelola pusat perbelanjaan produk TI di Surabaya, Hi Tech Mall, Rudy Sukamto, Sabtu.

Ia mengakui, untuk saat ini produk TI bermerek lokal memang belum mampu menggeser penjualan laptop bermerek. Kini, dari total penjualan laptop hanya sekitar 20 persen yang menjadi pangsa pasar laptop lokal.

"Namun, kami tetap yakin penjualan laptop lokal bakal bisa menyaingi penjualan laptop bermerek. Apalagi, standar harga yang ditetapkan laptop lokal selalu menggunakan mata uang rupiah dan tidak berpatokan pada nilai tukar dolar Amerika Serikat," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, laptop bermerek seperti Acer, Asus, Toshiba, Sonny, dan sebagainya untuk kondisi saat ini memang masih mendominasi pasar, karena produk itu sudah memiliki tempat di hati para pengguna laptop di Indonesia.

"Namun, saat ini saat yang tepat bagi laptop lokal untuk menunjukkan kualitasnya. Jadi, mereka bukan hanya sekedar menjual barang murah. Akan tetapi, kualitas produknya benar-benar terbukti. Jika hal itu terjadi, kami optimistis laptop merek lokal seperti A-Note, Axioo, Advance, Zyrex, Byon, dan lainnya semakin bisa diterima di pasaran," katanya.

Sementara itu, kata dia, saat ini penjualan produk teknologi informasi (TI) di pusat perbelanjaan Hi-Tech Mall Surabaya mengalami penurunan berkisar antara 5-10 persen dari kondisi normal.

"Penurunan ini, terimbas masa kampanye sejumlah partai politik menjelang Pemilihan Umum 2009. Padahal, kami menargetkan penjualan selama kuartal pertama tahun ini bisa tumbuh sekitar 30 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya," katanya.

Faktor pemicu penurunan ini, jelas dia, karena tingkat kekhawatiran masyarakat Surabaya saat bepergian untuk bertransaksi di mal itu selama masa kampanye cenderung tinggi.

"Bila per hari Hi-Tech Mall bisa menarik 25.000-30.000 pengunjung saat musim liburan atau sekitar 20.000 pengunjung/hari saat hari normal, kini selama masa kampanye justru berdampak negatif pada volume kunjungan di mal ini sampai turun 5-10 persen," katanya.(*)